MENABUR BENIH INJIL

Kesaksian Jeremia Simbolon

  Hari pertama saat kami sampai di desa Sibaragas, perasaan saya sudah campur aduk antara bahagia, takut dan kawatir. bingung bagaimana cara saya berbaur dengan masyarakat yang mayoritas katolik dan mengabarkan injil. Tetapi semuanya saya seraahkan kepada Tuhan, melalui doa. Tibalah hari kedua melawat saat itu saya benar-benar berdoa untuk minta kuasa Tuhan nyata dalam pelayanan saya, khususnya untuk tinggal di salah satu masyarakat. Tuhan menjawab doa saya, pada hari ketiga saya boleh tinggal di salah satu rumah masyarakat, yaitu pasangan lansia yang sangat baik.

Hari demi hari dalam misi pelayanan menabur benih injil kebenaran kepada setiap yang saya temui. Walaupun masyarakat tempat kami melayani adalah mayoritas katolik dan banyak pemahaman yang keliru tentang kebenaran Alkitab dan pengajaran Greja Advent, dengan pertolongan Tuhan, Ia menyanggupkan saya dalam meluruskan pemahaman yang keliru terhadap Alkitab dan doktrin Greja Advent dan menjauhkan saya dari perdebatan.

Tibalah pelayanan hari ke 8,9, dan 10 kami melaksanakan KKR. Puji Tuhan sebab tidak ada rencana-Nya yang gagal, 2 jiwa telah menerima Yesus melalui baptisan pada hari sabat yang kami lakukan.

Matius 28:19-20